GLobber’sâ„¢

Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang


Realita Pendidikan di Indonesia

Kemaren sore sehabis pulang dari kantor saia nonton tipi di kamar maz kos saia. ngeklik remote bolak-balik acaranya gag ada yang menarik. Akhirna saia mutusin ngliyat berita sekalian pengen tau perkembangan terkini dunia luar. Kebetulan pada saat itu berita yang ditampilin nyeritain tentang bentrokan pada tragedi unas yang melibatkan polisi dengan mahasiswa yang menentang kenaikan harga bbm*Bahan bakar mahal*. Continue Reading →

Kualitas Pendidikan Lebih Penting daripada Kuantitas

Beberapa Lembaga pendidikan bangga akan jumlah pelajarnya yang lebih banyak dari tempat lain. Hal itu perlu dipertanyakan, sejauh mana kinerja lembaga tersebut? Banyak Sekolah, Perguruan Tinggi, maupun lembaga pendidikan yang terlalu bangga jika mereka berhasil meluluskan siswa/mahasiswanya lebih banyak. Namun sesungguhnya yang terpenting adalah bukan seberapa banyak suatu lembaga meluluskan siswa/mahasiswanya melainkan berapa banyak lulusan mereka yang terserap di masyarakat (dunia kerja/jenjang pendidikan tinggi). Continue Reading →

Sekolah Unggul, adalah Sekolah Mahal

IQ Tinggi adalah anugrah dari Tuhan, IQ tidak dapat dipaksakan. Namun IQ dapat dilatih dengan metoda-metoda tertentu. Kecerdasan anak yang diimbangi dengan gizi yang cukup merupakan faktor penting dalam penyerapan ilmu yang diberikan kepada seorang siswa / pelajar. Metode pengajaran juga berperan penting dalam sukses tidaknya suatu pembelajaran. Metode yang salah tidak jarang menyebabkan suatu mata pelajaran tertentu menjadi momok bagi siswa bahkan menjadi suatu yang ditakuti. Tidak jarang kita temui siswa membenci mata pelajaran tertentu gara-gara gurunya galak. Nah paradigma semacam inilah yang harus dihindari oleh pendidikan di negara kita. Memberikan pemahaman kepada siswa memang tidak gampang. Membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya ekstra. Continue Reading →

Maaf, Kecerdasan Bukan untuk Orang Miskin

Untuk masuk ke perguruan tinggi di zaman sekarang ini minimal harus mempunyai dana minimal Rp 100 juta. Belum termasuk SPP yang sekitar Rp 70 juta per semester. Lalu, berapa banyak warga negara Indonesia yang bakal bisa masuk perguruan tinggi. Padahal nggak ada jaminan, kelak saat lulus. Apa bisa mengembalikan modal apa tidak.

Cerita ini saya baca di KOMPAS Cetak, Senin, 12 Mei 2008, dengan judul Masuk PTN Bisa Lebih dari Rp 100 juta. Menurut KOMPAS benang merah persoalan menyangkut biaya masuk perguruan tinggi negeri yang didapatkan Kompas dalam pencarian selama sepekan terakhir, mulai dari Jakarta (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), hingga Makassar (Sulawesi Selatan). Continue Reading →