<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Malang (Ngalam) &#187; kecurangan UAN</title>
	<atom:link href="http://www.bloggerngalam.com/tag/kecurangan-uan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bloggerngalam.com</link>
	<description>Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 04:08:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kapankah UAN bersih dari kecurangan?</title>
		<link>http://www.bloggerngalam.com/2009/05/02/kapankah-uan-bersih-dari-kecurangan/</link>
		<comments>http://www.bloggerngalam.com/2009/05/02/kapankah-uan-bersih-dari-kecurangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 00:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusmahfudz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[curang]]></category>
		<category><![CDATA[kecurangan UAN]]></category>
		<category><![CDATA[UAN]]></category>
		<category><![CDATA[UjianAkhir Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggerngalam.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Hari gini masih jujur???â€¦â€¦..hancurâ€¦.!!!. Itulah salah satu guyonan yang dilontarkan seorang guru kolega saya, saat kami ngobrol santai di serambi musholla beberapa jam yang lalu. Saya sempat tertegun, karena meskipun hanya guyonan yang sifatnya spontan namun  itu adalah fakta yang banyak kita temui di lingkungan pendidikan negeri ini. Terutama terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><em><strong><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;&quot;;">Hari gini masih jujur???â€¦â€¦..hancurâ€¦.!!!</span></strong></em>. Itulah salah satu guyonan yang dilontarkan<span> </span>seorang guru kolega saya, saat kami ngobrol santai di serambi musholla beberapa jam yang lalu. Saya sempat tertegun, karena meskipun hanya guyonan yang sifatnya spontan namun <span> </span>itu adalah fakta yang banyak kita temui di lingkungan pendidikan negeri ini. Terutama terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN).<span id="more-1299"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;">Bukan menjadi rahasia lagi bahwa pelaksanaan UAN sarat dengan berbagai kecurangan. Kecurangan itu bukan hanya melibatkan siswa/anak didik<span> </span>sebagai pelaku utama, akan tetapi secara menyeluruh juga melibatkan komponen-komponen pelaksana UAN sendiri yang meliputi : Penyelenggara (Sekolah/guru), Pengawas, Tim Pemantau, atau bahkan Dinas pendidikan setempat. Kalau dirunut, kita akan pusing sendiri. Ibaratnya kita akan berusaha mengurai benang yang kusutâ€¦.. <em>ruwetâ€¦mbuletâ€¦mumet</em> .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;">Saya terkadang bergumam sendiri dalam hati, pantas negeri kita ini pernah meraih rangking dalam status negara terkorup di dunia karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi. Negara kita terbukti mencetak SDM-SDM yang tidak jujur. Karena ya itu tadiâ€¦ sistem penilaian pendidikan di negeri ini sudah mengajarkan kita untuk tidak jujur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;">Anda bisa bisa bayangkan, mulai kelas 1 sampai 6 SD/MI semua siswa negeri ini diajarkan tentang pendidikan moral dan agama (melalui pelajaran pendidikan kewarganegaraan (dulu PPKn) dan pelajaran agama sesuai keyakinannya). Dan ketika sampai pada saat tahap penilaian akhirâ€¦.. semua pengajaran itu diciderai dengan<span> </span>berbagai tindakan kecurangan yang terjadi selama UAN. Hai ini berulang ketika anak-anak memasuki jenjang pendidikan SMP dan SMA. Kalau diibaratkan, kita sedang membangun sebuah gedung. Pada saat proses â€œ<em>finishing</em>â€, bangunan tersebut kita rusak kembali dengan tindakan-tindakan bodoh seperti mencopot semua pintu yang telah terpasang, melobangi tembok-tembok yang sudah di cat, dsb. Sehingga gedung<span> </span>yang didirikan<span> </span>itu pastilah menjadi gedung yang cacat, cacat karena tidakan yang semestinya tidak perlu dilakukan . Sekali lagi, saya tidak akan mengupas penyebab kecurangan UAN, anda bisa mencari bahkan bisa menganalisa sendiri kenapa kecurangan ini terus terjadi. Pendapat saya (seperti <a href="http://gusfudz.wordpress.com/2009/04/24/hantu-itu-bernama-uan/#more-196">postingan saya sebelumnya</a>), bahwa UAN (terutama standarisasinya), telah menjadi <strong>HANTU</strong> bagi sistem pendidikan kita. Dan sudah semestinya paraâ€<em>birokrat pendidikan</em>â€ diatas sana memikirkan tindakan agar hantu itu tidak lagi mengganggu dan menghantui.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;">Harapan saya adalah sistem pendidikan kita dapat mencetak SDM yang memperoleh keberkahan dalam kelangsungan hidupnya. Dan kunci keberkahan itu adalah nilai-nilai kejujuran yang senantiasa dipelihara dan dijunjung tinggi. Kejujuran adalah kunci keberkahan. Kalau kejujuran sudah hilang di tengah-tengah masyarakat, keberkahannya pun akan hilang pula. Dan apabila keberkahan sudah hilang, kehidupan menjadi kering, hampa tanpa makna. Kehidupan akan diwarnai dengan kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, dan kekecewaan karena sulit mencari manusia yang jujur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Wallahu aâ€™lam bish-shawab.</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.bloggerngalam.com%2F2009%2F05%2F02%2Fkapankah-uan-bersih-dari-kecurangan%2F&amp;title=Kapankah%20UAN%20bersih%20dari%20kecurangan%3F" id="wpa2a_2"><img src="http://www.bloggerngalam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggerngalam.com/2009/05/02/kapankah-uan-bersih-dari-kecurangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

