GLobber’sâ„¢

Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang


Tomy, Mengapa Mesti Bunuh Diri?

Zaman saya masih SMP dulu, saya anggap masa kecil yang indah dan bahagia. Walau saya tidak bersama kedua orang tua (saya ikut bude saya) namun saya bisa merasakan bahwa hidup itu indah, bahagia dan menyenangkan. Walau dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, boleh dikatakan tergolong pas-pasan.

Banyak keinginan yang hanya berada dalam awang-awang belaka. Banyak hal yang tak bisa saya raih, namun saya menerima kesemuanya itu sebagai hal yang wajar.

Membaca Koran Surya pagi ini, saat saya mampir di Kantor DEKOPIN Daerah Kota Malang, yang berjudul Kalah Tenis, ABG Bunuh Diri, saya jadi tidak habis pikir. Betapa tidak, hanya karena menghilangkan SIM dan STNK serta gagal masuk tim tenis untuk pekan olahraga daerah, murid kelas II SMP pilih bunuh diri. Continue Reading →

Maaf, Kecerdasan Bukan untuk Orang Miskin

Untuk masuk ke perguruan tinggi di zaman sekarang ini minimal harus mempunyai dana minimal Rp 100 juta. Belum termasuk SPP yang sekitar Rp 70 juta per semester. Lalu, berapa banyak warga negara Indonesia yang bakal bisa masuk perguruan tinggi. Padahal nggak ada jaminan, kelak saat lulus. Apa bisa mengembalikan modal apa tidak.

Cerita ini saya baca di KOMPAS Cetak, Senin, 12 Mei 2008, dengan judul Masuk PTN Bisa Lebih dari Rp 100 juta. Menurut KOMPAS benang merah persoalan menyangkut biaya masuk perguruan tinggi negeri yang didapatkan Kompas dalam pencarian selama sepekan terakhir, mulai dari Jakarta (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), hingga Makassar (Sulawesi Selatan). Continue Reading →