<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Malang (Ngalam) &#187; bruni</title>
	<atom:link href="http://www.bloggerngalam.com/tag/bruni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bloggerngalam.com</link>
	<description>Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 04:08:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson â€“ bagian 2 (tamat)</title>
		<link>http://www.bloggerngalam.com/2008/05/06/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson-%e2%80%93-bagian-2-tamat/</link>
		<comments>http://www.bloggerngalam.com/2008/05/06/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson-%e2%80%93-bagian-2-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 02:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ame268</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ame268]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[aremania]]></category>
		<category><![CDATA[bruni]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[yuli sumpil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggerngalam.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Bagian pertama ada disini
***
Aremania adalah sebutan untuk kumpulan pendukung, penggemar dan penonton kesebelasan sepak bola Malang, Arema. Meskipun saat ini akhirnya istilah Aremania juga â€“dengan bangganya- dipakai oleh siapapun yang ingin dikenal sebagai orang Malang meskipun dia bukan penggemar bola.
Arema bukanlah tim langganan juara. Prestasinya juga tidak bisa dibilang stabil, sestabil MU atau AC Milan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Antara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson" href="http://www.bloggerngalam.com/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson.php" target="_self">Bagian pertama ada disini</a></p>
<p>***<br />
<img class="alignleft" style="10px;padding-right:10px" src="http://ame268.com/images/stories/ame_aremania.jpg" alt="areamania" hspace="10" width="300" height="119" />Aremania adalah sebutan untuk kumpulan pendukung, penggemar dan penonton kesebelasan sepak bola Malang, Arema. Meskipun saat ini akhirnya istilah Aremania juga â€“dengan bangganya- dipakai oleh siapapun yang ingin dikenal sebagai orang Malang meskipun dia bukan penggemar bola.<span id="more-196"></span></p>
<p>Arema bukanlah tim langganan juara. Prestasinya juga tidak bisa dibilang stabil, sestabil MU atau AC Milan. Kadang <em>menangan </em>kadang <em>kalahan</em>, susah <em>nyebutnya</em>. Dibilang jago kandang, eh ternyata juga kalah di kandang. Jadi juara nasional divisi utama pun juga masih dua kali, galatama satu kali dan divisi 1 satu kali. Tapi siapa yang <em>nyangka </em>ratusan ribu orang bisa dengan gampangnya setuju dan taat untuk jalan kaki sama-sama, berhujan-hujan sama-sama dan membeli tiket dengan bangganya, demi untuk mendukung kesebelasan mereka berlaga di kompetisi sepakbola. Puluhan kesebelasan di Indonesia lain juga punya supporter tapi tidak bisa sefanatik dan sekompak Aremania.</p>
<p>Satu anugerah yang ada di Aremania adalah jiwa kebersamaan yang amat kuat untuk hal yang positif. Aremania malu bila masuk stadion tanpa tiket. Malu minta-minta nasi gratis, dan bahkan malu serobot antrian masuk. Padahal mereka notabene adalah anak-anak muda yang sering dikeluhkan orang tua susah untuk dinasehati. Tapi bila sudah turun ke jalan maka rasa kebersamaan antar mereka tiba-tiba saja menjadi kesadaran penuh seperti etika tak tertulis.</p>
<p>Saya bilang anugerah Tuhan karena memang dari situlah jawaban paling singkat dan <em>undeniable </em>untuk pertanyaan bagaimana kekompakan ini bisa terjadi. Budaya Aremania ini bisa dianggap mewakili semangat baik ala Timur yang masih tersisa. Yaitu adat â€˜bersama saling peduli demi menjaga nama baik komunitasâ€™. Seorang Aremania tidak akan sungkan-sungkan mengingatkan dan menegur temannya â€“baik yang sudah kenal ataupun belum- bila mereka melakukan tindakan memalukan, <em>ngambil </em>krupuk <em>gak </em>bayar, misalnya. Mereka telah secara reflek melihat hal tersebut akan mengakibatkan reputasi komunitas akan tercemar, satu hal yang memang sering disebabkan oleh satu dua oknum yang tidak terkontrol.</p>
<p>Yang pasti, membandingkan komunitas bule yang diwakili seorang â€˜oknumâ€™ seperti Carla Bruni (dengan komunitas kita sendiri) membuat saya membayangkan orang-orang bule itu memang rata-rata tidak mempunyai standar pakaian â€˜sesopanâ€™ kita orang Timur dan hal itu bahkan telah sedemikian parah hingga tidak juga menjadi standar seorang first lady. Saya merasa masih sangat beruntung menjadi orang Timur, berbudaya sopan dalam berpakaian plus berada dalam komunitas Aremania. Masih ada identitas lebih jelas dan cocok dengan budaya kita dalam bersikap dan berbusana, dan itu membanggakan. Bagus <em>loh </em>dilakukan ditengah semakin santernya trend budaya barat yang terus-terusan melapisi masyarakat kita.</p>
<p>Tapi Aremania juga bukan sebuah agama. Jangan berharap semangat ini mengakomodasi semua persoalan (meskipun punya potensi besar ke arah itu). Belum sampai menyentuh seorang Aremania yang cerai dengan istrinya dikembalikan lagi oleh Aremania yang lain, misalnya, meskipun bisa saja terjadi tapi pasti ada faktor lain sebagai tambahan dari hanya sekadar semangat Aremania. Bagaimanapun, yang jelas ini adalah satu anugerah budaya yang amat perlu dijaga dan lebih dibudayakan lagi, hingga suatu hari semangat Aremania bisa masuk ke meja-meja birokrat agar saling mengingatkan untuk tidak terima amplop, masuk ke mesjid dan langgar untuk juga mau berbondong-bondong atau berhujan-hujan sholat jamaah, masuk ke sekolah untuk mengejar prestasi sekeras mungkin dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">Indonesia mungkin sangat bisa memakai Aremania sebagai pilot project atau bahan penelitian untuk bagaimana menggalang kebersamaan yang lebih berskala nasional. Semangat Aremania sangat mungkin menjadi alternatif bahan dasar pertahanan budaya dari serangan arus budaya Barat yang semakin banyak menggerogoti generasi ini</p>
<p>Tokoh seperti Yuli Sumpiel yang diangkat di film The Conductors adalah sangat potensial untuk digandeng oleh para pihak (pemerintah, ulama, guru) yang berkepentingan membentuk budaya sebuah komunitas masyarakat karena dia adalah ikon kaum proletar, masyarakat akar rumput dan awam yang berjumlah amat banyak.</p>
<p>Entah mungkin suatu saat demi untuk lebih meningkatkan kesadaran ber-Aremania, perlu distandarkan skill untuk berhak menyandang nama Aremania, pertama minimal hapal hymne-hymne Arema , misalnya, tanda bahwa memang dia amat peduli dengan Arema-nya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.bloggerngalam.com%2F2008%2F05%2F06%2Fantara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson-%25e2%2580%2593-bagian-2-tamat%2F&amp;title=Antara%20Aremania%2C%20Carla%20Bruni%20dan%20Pamela%20Anderson%20%C3%A2%E2%82%AC%E2%80%9C%20bagian%202%20%28tamat%29" id="wpa2a_2"><img src="http://www.bloggerngalam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggerngalam.com/2008/05/06/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson-%e2%80%93-bagian-2-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson</title>
		<link>http://www.bloggerngalam.com/2008/04/17/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson/</link>
		<comments>http://www.bloggerngalam.com/2008/04/17/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 10:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ame268</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[aremania]]></category>
		<category><![CDATA[bruni]]></category>
		<category><![CDATA[nicolas sarkozy]]></category>
		<category><![CDATA[pamela anderson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggerngalam.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[â€œSebuah panti asuhan di Birma menolak sumbangan sebuah instansi karena sumbangan itu adalah hasil penjualann foto telanjang Carla Bruni, Ibu Negara Perancis. (jawapos)â€

Mencoba dengan keras memahami struktur dan standar nilai moral orang Bule, membuat saya agak pusing. Maklum referensi yang saya tahu hanyalah dari buku, film, media, internet dan 4 tahun bekerja di PMA dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>â€œSebuah panti asuhan di Birma menolak sumbangan sebuah instansi karena sumbanga</em><em>n itu adalah hasil penjualann foto telanjang Carla Bruni, Ibu Negara Perancis. (jawapos)â€<br />
</em><img class="alignleft" style="5px;" src="http://ame268.com/images/stories/ame_bruni.jpg" alt="Carla Bruni" width="220" height="179" /><br />
Mencoba dengan keras memahami struktur dan standar nilai moral orang Bule, membuat saya agak pusing. Maklum referensi yang saya tahu hanyalah dari buku, film, media, internet dan 4 tahun bekerja di PMA dimana setiap hari ketemu dengan rekan kerja bule, namun itu sebatas pekerjaan dan beberapa kali party saja.<span id="more-156"></span></p>
<p>Saya penasaran dan berharap suatu saat dapat ke negeri asli orang Bule dimana kehidupan sosial sehari-hari yang sesungguhnya dapat saya rasakan sendiri. Karena menjadi tanda tanya besar di kepala saya tentang bagaimana sebenarnya mereka menilai nilai-nilai kesopanan dan kehormatan.</p>
<p>Bagi saya atau kita orang Timur, pakaian yang terbuka dan terlihat aurat adalah tidak sopan. Bahkan meskipun di tempat yang katanya sudah seharusnya seperti di kolam renang atau pantai, terlihat tubuhnya khususnya bagi perempuan, tetap saja terkesan kurang sopan. Alasannya adalah karena terlihat oleh mata orang lain. Jadi ada beberapa skala mulai â€˜kurang sopanâ€™ yaitu terbuka sedikit atau tidak terbuka tapi ketat sekali, sampai â€˜tidak sopanâ€™ yaitu memakai bikini saja atau baju tapi berukuran bikini, dan ada â€˜sangat tidak sopan sekaliâ€™ alias tak berpakaian sama sekali. Untuk yang terakhir ini, kita mengangap hanya orang-orang yang nekat dan cenderung gila yang berani melakukannya.</p>
<p>Dan bagi kita orang Timur, kesopanan adalah kehormatan. Orang yang berperilaku sekaligus berpakaian sopan adalah orang terhormat dan bisa menjadi tauladan. Sebaliknya yang tidak sopan termasuk dalam berpakaian adalah sama dengan tidak hormat atau tidak mempunyai kehormatan.</p>
<p>Juga bagi kita orang Timur, karena pakaian adalah kehormatan maka seorang public figur yang baik haruslah berpakaian sopan, tidak terlihat auratnya. Bila ada public figur yang suka mengumbar tubuhnya maka serta merta dia tetap menjadi terkenal namun dengan kategori public figur kurang terhormat atau kurang mahal alias agak murahan. Saya kira tanpa diucapkanpun masih ada kesan itu di kepala dan batin mayoritas kita orang Timur. Coba sebutkan sebuah nama di otak kiri Anda maka seketika otak kanan akan menampilkan sebuah label bahwa nama tersebut terhormat atau kurang atau tidak terhormat.</p>
<p>Rupanya tidak begitu dengan orang Bule. Pakaian yang terbuka sepertinya tidak menjadi standar kesopanan. Sepertinya mereka mempunyai beberapa standar disesuaikan dengan tempat dan keadaaan. Untuk pantai, party, swimming pool, membuka baju bahkan topless bagi wanita adalah wajar, tidak mengurangi kehormatan. Tapi kemudian di tempat pernikahan, restaurant, sekolah dan kantor, membuka baju bisa termasuk kategori tidak sopan. Tapi batas ini menjadi tipis ketika restaurant atau kantor tersebut terletak dekat pantai, saya lihat sendiri mereka dengan santainya keluar masuk warung bahkan dengan hanya berbikini saja, sampai di sebuah toko terpasang peraturan â€˜No Topless / Bikiniâ€™. Bahkan rekan kerja saya seorang bule pernah keluar kamar hotel nya tanpa busana sambil menari-nari di depan pintu gara-gara senang punya pacar baru (OMG).. saya sampai tutup mata karena justru saya yang malu.</p>
<p>Dulu saya dengar di Pantai Kuta masih belum ada peraturan â€˜No Nudeâ€™ sehingga banyak bule yang berjemur telanjang, tapi lalu sejak tahun tertentu diberi peraturan dilarang telanjang. Itupun masih banyak berjemur yang setengah nude alias topless. Artinya, bukan mereka yang malu, tapi justru kita yang malu melihatnya.</p>
<p>Bila Anda pernah berkunjung ke Kuta, pasti melihat situasi unik itu. Turis manca terlihat bersantai membuka baju, berenang dan menikmati pantai dan alam dengan cueknya, sementara turis lokal berpakaian lengkap, memotret sana sini dan mengamati banyak turis yang tidak berpakaian itu, meski dengan malu-malu. Jadi datang bukan untuk melihat pantai tapi melihat bule. Kenapa? Adalah karena pemandangan itu tidak pernah ada di sekitar rumah kita.</p>
<p>How comeâ€¦ bagaimana bisa? mereka memisahkan antara sex dan cinta? Sehingga di beberapa negara Eropa prostitusi adalah legal dan pekerjaan resmi. (Saya membayangkan berarti di KTP mereka bisa saja tercetak, Pekerjaan : Wiraswasta Tubuh) Sementara setelah bekerja mereka pulang ke suami atau istri dan anak-anak dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan layaknya keluarga normal lainnya. Bahkan pada tataran ABG pun adalah biasa tidur dengan beberapa orang sementara pacar tetap satu.</p>
<p>Carla Bruni Tedeschi, lahir 1967, awalnya adalah seorang penyanyi dan top model yang sekarang menjadi istri dari Nicolas Sarkozy, presiden Perancis yang terpilih melalui pemilu setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Bruni adalah seorang ibu negara, first lady, istri presiden, namun coba ketik keyword â€˜bruniâ€™ di google images (matikan dulu safe search nya), apa yang tampil? Wow! Deretan foto 18th keatas yang pasti akan cepat kita minimize bila ada anak atau adik kita lewat.</p>
<p>Andaikata kita yang punya ibu negara seperti itu, kira-kira senang atau sedih? Entahlah saya sendiri masih pusing memikirkannya. Saya berpikir bagaimana kita akan akan memasang foto ibu negara di rumah kita? Yang mana akan kita pilih, yang itu atau yang ini? â€¦ Baru saja <a href="http://www.cnn.com/2008/WORLD/europe/04/11/bruni.photo.ap/index.html">CNN </a>memberitakan foto telanjang Bruni telah terlelang seharga $91,000 alias 900 juta, busyeetâ€¦</p>
<p>Sementara jendela Bruni tadi masih dalam minimized, coba ketik â€˜pamela andersonâ€™. Dan kita akan mendapatkan deretan foto yang tidak jauh beda. Jadi entahlah, bagaimana membedakan seorang first lady dan artis film dewasa. â€œItuâ€ masih pamela anderson, belum lagi kalau kita ketik â€˜clara morganeâ€™ atau beberapa nama lain yang tidak tega saya sebutkan disini, kuatir kecanduan..</p>
<p>Beruntunglah kita orang Timur, first lady kita masih sesuai dengan ukuran kesopanan sekaligus kehormatan yang kita yakini paling masuk akal. Jadi disini, mereka yang ingin nantinya menjadi first lady atau bila itu terlalu muluk, cukuplah second lady atau third atau fourth lady (sekelas istri camat lah), musti menjaga track record, minimal jangan pernah topless di pantai atau bahkan berfoto seronok sampai bisa muncul di google images.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan Aremania ? Maaf, demi menghemat waktu Anda, tulisan ini bersambungâ€¦akan berjudul â€œAntara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson â€“ bagian 2 (tamat)â€</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.bloggerngalam.com%2F2008%2F04%2F17%2Fantara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson%2F&amp;title=Antara%20Aremania%2C%20Carla%20Bruni%20dan%20Pamela%20Anderson" id="wpa2a_4"><img src="http://www.bloggerngalam.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggerngalam.com/2008/04/17/antara-aremania-carla-bruni-dan-pamela-anderson/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

