Menyikapi Falsafah Arus Air
Dalam mengarungi kehidupan jangan sekali-sekali kita menentang arus, manakala kita tidak siap dengan segala resiko. Karena untuk bisa melawan arus, diperlukan bekal yang cukup.
Bila kita tidak siap untuk menentang arus, jangan lantas terbawa arus. Karena kalau kita sampai terbawa arus, maka kita pasti akan kehilangan jatidiri, integritas dan kepribadian.
Lebih arif bila kita ikut arus. Dengan ikut arus, selama arus itu belum dapat kita kuasai sepenuhnya.Manakala kita mampu, baru kita melawannya.
Bagaimana menurut Anda?


ame268
eit.. kemarin itu ada yang nulis tentang ikan mati ikut arus air, yang ini tentang jgn lawan arus… mmmm gimana ya?
May 13th, 2008 at 6:15 amfajaws
lihat sikonnya dulu. kalo arusnya kecil, ambil perahu dayung ke hulu. umpama di tengah perjalanan arusnya jadi gedhe kan tinggal balik saja. pengen yg ekstrim? ride the wave! (falsafahya ekstrimis).
May 13th, 2008 at 8:10 amramamonster
kayaknya sekarang banyak ikan ya mabok… entah terombang ambing arus ato salah “makan” (bukan jatahnya kok di”makan”, heheheeee) kadang juga mabok gara2 ga’ bisa makan.
May 15th, 2008 at 12:15 pm