Maaf, Kecerdasan Bukan untuk Orang Miskin
Untuk masuk ke perguruan tinggi di zaman sekarang ini minimal harus mempunyai dana minimal Rp 100 juta. Belum termasuk SPP yang sekitar Rp 70 juta per semester. Lalu, berapa banyak warga negara Indonesia yang bakal bisa masuk perguruan tinggi. Padahal nggak ada jaminan, kelak saat lulus. Apa bisa mengembalikan modal apa tidak.
Cerita ini saya baca di KOMPAS Cetak, Senin, 12 Mei 2008, dengan judul Masuk PTN Bisa Lebih dari Rp 100 juta. Menurut KOMPAS benang merah persoalan menyangkut biaya masuk perguruan tinggi negeri yang didapatkan Kompas dalam pencarian selama sepekan terakhir, mulai dari Jakarta (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), hingga Makassar (Sulawesi Selatan).
Jadi, bagi orang miskin jangan harap untuk bisa menikmati ‘kampus menara gading’ ini. Percuma. Lebih baik uangnya, kalau ada, dibuat modal saja. Buat apa pinter, cerdas, kalau ternyata nanti menjadi ‘pengangguran elit’……


Vi
Walah yang berjuta2 itu uang beneran yah … *kasian Indonesia yah klo generasinya gak ada yg pinter coz ga kuat bayar skolah,,, n ujung2nya di akalin lagi ama bangsa lain … walah2,, hrs pnya home school neh klo gitu …:D
May 12th, 2008 at 8:54 pmnothing
jeleknya endonesa, opo opo sik ndelok status pendidkan, opo opo kudu S1,
May 12th, 2008 at 9:48 pmkampret tenan kok…
MQ Hidayat
Iya, aku jg baca tulisan itu. Ditulisan itu juga dibandingkan biaya PTN di Endonesa sama ato malah lebih tinggi dibanding dengan University of Singapura..
May 13th, 2008 at 10:15 amWeleh.. Weleh.. Apa-apaan sih ini?
Aku dulu masuk kul bayar sktr 3jutaan, lha skrg di jalur & jurusan yg sama, 4thn kemudian, naiknya lebih dari 3x lipat. Skrg di jur ku yg reguler, uang buat daftar ulang sudah 10jt.
Gile bnr..
zaM
salah satu efek dari otonomi daerah, otonomi kampus, dan otonomi2 yang lain, negara kita sudah dilumpuhkan di segala bidang, oleh sebuah kekuatan besar di luar sana, tetap semangat! bersatulah!
May 13th, 2008 at 10:38 amgalih
ndak bisa komen, spicles
May 13th, 2008 at 12:15 pmNazieb
Hohohoho… dasar negeri Iron-is…
May 14th, 2008 at 3:15 pmaLe
Abis betulin title yg td salah ‘Kecerdaan’ kurang ’s’ ^^
May 14th, 2008 at 7:13 pmnoki
mau tanya ama yang ebih tau susah makanya masuk sekolah
May 14th, 2008 at 8:39 pmfajaws
1 lg fakta, kmrn ada tmn yg mau ndaftarkan anaknya ke sebuah madrasah ibtidaiyah top di kota ini. ada 1 pertanyaan yg tdk bisa dia jawab saat wawancara, “how much money do you have?”. akhirnya si anak batal bisa bersekolah di sana. sedangkan 1 org kenalan yg lain anaknya dpt dengan mulus masuk krn berhasil menjawab pertanyaan yg sama.
dari tahun ke tahun semakin kapitalis dan industrialis sj pendidikan di negara ini. semakin besar celah diskriminasi yang menganga. mdh2an warga kota ini semakin punya daya tawar dalam pilkada juli nanti. dan jadikan isu ini sebagai agenda urgen yg harus dilaksanakan oleh walikota yg baru (selain agenda penting lain, tentunya).
May 15th, 2008 at 9:54 amcoekma
SALAH, kecerdasan milik kita semua, karena kita dibekalin otak, so kita pasti dibekalin kecerdasan. coba liat aja pengusaha-pengusaha sukses, dulu mereka miskin, tapi karena CERDAS akhirnya bisa kaya, kalah lho mereka-mereka yang aslinya emang kaya. so terkadang kemiskinan bikin kepepet dan akhirnya kecerdasan malah muncul. sepakat
May 20th, 2008 at 7:16 amaffan2fly
Yap, setuju bro coekma. Tapi yang perlu diwaspadai soal pepet-kepepet ini adalah pilihan jalan hidupnya. Ada orang yang karena kepepet, jadi kreatif. Tapi ga sedikit yang gelap mata, dengan alasan ekonomi tentu.
May 22nd, 2008 at 7:48 am