Ketika Subsidi BBM Dikurangi
Apa yang akan terjadi setelah kenaikan harga BBM nantinya? Kejadian ini sebenarnya bukan hal yang belum pernah ada. Di tahun 2005 lalu pemerintah sudah menaikkan harga BBM sampai 2x lipat. Tapi yang terjadi sekarang, rakyat dalam kondisi yang tidak lebih baik dari 3 tahun lalu.
Gambaran kartun TVOne, BangOne edisi hari ini mungkin bisa memberikan gambaran kondisi masyarakat nantinya, pasca kenaikan harga BBM. Seperti apa gambaran BangOne? Bisa dibaca dulu di sini.
Rencana pemerintah menaikkan harga BBM, yang katanya beberapa hari setelah pembagian BLT, ditentang banyak pihak. Aparat pemerintahpun (utamanya aparat bagian bawah) tidak setuju dengan langkah pemerintah membagikan BLT. Apalagi data yang digunakan untuk menentukan penerima BLT adalah data “kuno” tahun 2005. Yo opo iki?
Sudah tepatkah langkah pemerintah ini? BBM naik, bagi BLT. Adakah cara lain yang lebih bisa diterima seluruh lapisan masyarakat?


fajaws
sebenarnya kita membutuhkan informasi jujur tentang alasan pemerintah menaikkan BBM terus-terusan spt ini. kalo alasannya untuk menyelamatkan APBN apakah tidak ada pos yg lain selain mencabut subsidi BBM? utk ini efek dominonya akan terlalu menyakitkan.
May 23rd, 2008 at 9:25 amBLT itu omong kosong. pemerintah hanya ingin bermain robin hood untuk tetap populer tapi ngajari rakyat jd pengemis. program padat karya atau P2KP sudah terbukti lebih bisa memberdayakan masyarakat.
sandynata
ya, saya kurang setuju dengan BLT, mending bikin program padat karya seperti yang dikatakan om fajaws, kalo kayak gini bisa bisa kita selamanya akan jadi bangsa pengemis
jangan kasi ikan, tapi kasi kailnya..
May 23rd, 2008 at 11:08 amAnggara
ganti aja BLTnya sama subsidi langsung untuk pendidikan dan kesehatan
May 23rd, 2008 at 11:18 amMQ Hidayat
Piye iki?
May 23rd, 2008 at 1:52 pmKok rencananya BBM naik minggu depan..
noki
udah naik. sepeertinya musti ada program padat karya biyar pengganguran berkurang
May 24th, 2008 at 10:08 pmdhega
Kenaikan BBM memang sudah sepantasnya, karena harga minyak Dunia terus melambung. Sudah tidak mungkin pemerintah terus mensubsidinya. Yang harus dilakukan adalah memperhatikan rakyat kecil, bukan konglomerat yang sudah jadi pusat perhatian. Subsidi untuk industri dicabut lebih baik daripada mengurangi subsidi untuk rakyat. BLT tampaknya akan membuat rakyat miskin semakin miskin, seperti menyuapi bayi, dia tidak akan bisa makan sendiri klo tidak dilatih untuk makan sendiri. Hendaknya pemerintah memberikan “sendok untuk makan”, daripada menyuapi dengan BLT
May 25th, 2008 at 3:15 pm