GLobber’s™

Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang

Ketika Subsidi BBM Dikurangi

Apa yang akan terjadi setelah kenaikan harga BBM nantinya? Kejadian ini sebenarnya bukan hal yang belum pernah ada. Di tahun 2005 lalu pemerintah sudah menaikkan harga BBM sampai 2x lipat. Tapi yang terjadi sekarang, rakyat dalam kondisi yang tidak lebih baik dari 3 tahun lalu.

Gambaran kartun TVOne, BangOne edisi hari ini mungkin bisa memberikan gambaran kondisi masyarakat nantinya, pasca kenaikan harga BBM. Seperti apa gambaran BangOne? Bisa dibaca dulu di sini.

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM, yang katanya beberapa hari setelah pembagian BLT, ditentang banyak pihak. Aparat pemerintahpun (utamanya aparat bagian bawah) tidak setuju dengan langkah pemerintah membagikan BLT. Apalagi data yang digunakan untuk menentukan penerima BLT adalah data “kuno” tahun 2005. Yo opo iki?

Sudah tepatkah langkah pemerintah ini? BBM naik, bagi BLT. Adakah cara lain yang lebih bisa diterima seluruh lapisan masyarakat?

Mau Selalu dapat Update Tentang malang
Subscribe! Aja

6 COMMENTS

  1. #1

    sebenarnya kita membutuhkan informasi jujur tentang alasan pemerintah menaikkan BBM terus-terusan spt ini. kalo alasannya untuk menyelamatkan APBN apakah tidak ada pos yg lain selain mencabut subsidi BBM? utk ini efek dominonya akan terlalu menyakitkan.
    BLT itu omong kosong. pemerintah hanya ingin bermain robin hood untuk tetap populer tapi ngajari rakyat jd pengemis. program padat karya atau P2KP sudah terbukti lebih bisa memberdayakan masyarakat.

  2. #2

    ya, saya kurang setuju dengan BLT, mending bikin program padat karya seperti yang dikatakan om fajaws, kalo kayak gini bisa bisa kita selamanya akan jadi bangsa pengemis

    jangan kasi ikan, tapi kasi kailnya..

  3. #3

    ganti aja BLTnya sama subsidi langsung untuk pendidikan dan kesehatan

  4. #4

    Piye iki?
    Kok rencananya BBM naik minggu depan..

  5. #5

    udah naik. sepeertinya musti ada program padat karya biyar pengganguran berkurang

  6. #6

    Kenaikan BBM memang sudah sepantasnya, karena harga minyak Dunia terus melambung. Sudah tidak mungkin pemerintah terus mensubsidinya. Yang harus dilakukan adalah memperhatikan rakyat kecil, bukan konglomerat yang sudah jadi pusat perhatian. Subsidi untuk industri dicabut lebih baik daripada mengurangi subsidi untuk rakyat. BLT tampaknya akan membuat rakyat miskin semakin miskin, seperti menyuapi bayi, dia tidak akan bisa makan sendiri klo tidak dilatih untuk makan sendiri. Hendaknya pemerintah memberikan “sendok untuk makan”, daripada menyuapi dengan BLT

Leave a Reply