• Dari Rock ke Aremania

    Di era tahun 70-an kota Malang identik dengan Musik Rock. KOMPAS mengatakan bahwa rock menjadi ikon kota Malang. Grup Band Rock kalau belum pernah main di Malang, belum diakui sebagai grup band yang disegani. The Rollies, Giant Step, God Bless, untuk menyebut beberapa nama, memerlukan tampil di Malang, agar namanya bisa disegani di blantika musik Indonesia. Namun kini, sejak tahun 90-an, ikon itu telah berubah menjadi Aremania. Dikatakan oleh KOMPAS bahwa: Komunitas pendukung klub sepak bola Arema Malang ini seolah lahir begitu saja pada tahun 1990-an seiring perkembangan klub swasta Arema Malang. ”Tidak ada yang membentuk Aremania karena komunitas ini terbentuk dengan sendirinya. Siapa pun yang mencintai Aremania boleh ikut meski bukan orang Malang,” kata Yuli Sumpil, dirigen Aremania. Sampai sekarang, komunitas ini dibiarkan cair, tanpa struktur, ketua, apalagi pembina. Maksudnya agar Aremania tidak tersusupi kepentingan tertentu. Aremania tidak ingin seperti komunitas suporter sepak bola di kota lain yang menjelang pemilu bisa diubah menjadi mesin politik. Hanya dengan mempertahankan karakternya yang cair itu, lanjut Yuli, Aremania bisa berkembang dan melekat di hati Arek Malang. Mengapa Aremania mudah diterima di hati Arek Malang? Cerpenis Ratna Indraswari Ibrahim mengatakan, karakter Aremania sesungguhnya mewakili sifat Arek Malang yang egaliter, guyub, kuat rasa persaudaraannya, dan terus terang. Karena itu, Arek Malang dengan senang hati mengidentifikasi dirinya sebagai Aremania. Komunitas ini juga masih mempertahankan tradisi untuk berbicara dengan bahasa walikan yang kata-katanya dieja dari belakang. Mas menjadi sam, singo edan menjadi ongis nade, saya menjadi ayas, arek malang menjadi kera ngalam. Cuma kata kodok yang tak mungkin dibolak-balik karena hasilnya tetap kodok juga.

  • 11 Komentar

    1. SALAM SATU DJIWA!
      A RE MA..

    2. oyi, kipa kipa!

      ayas setuju sam, semangat aremania ki penting untuk terus dilestarikan.

    3. malas utas awij bosss
      AREMA
      Moga Malang tambah adem ayem ae
      Yo ancene bener Aremania iku g` nduwe bapak g` nduwe ibuk tapi aremania nduwe Arema lan nduwe kera” ngalam
      Ayas dadi bangga dadi kera ngalam cos Malang iku Arema n` Arema iku Aremania lha Aremania iku yo nawak” kabeh.
      Tetep dadio Arema, mari kita lawan panas dinginnya dunia katakan pada dunia kita yang The Best
      A R E M A !!!!!!

    4. ARGHOMZ

      Tapi ayas saiki rodo’ priatin soale kera2 saiki luwih ngenes gawe osob melayu(indonesia) trus ditambah ambik logat onec.Opo meneh lek ndik kos2an seputar daerah kampus/di pertokoan,wuih…,serasa di Batavia,jak…!
      Iki warisan budaya awake dewe ker,tolong dipertahanno.Ojo’ sampe’ punah,tak ie?

    5. pokoke sayah bangga dengan malang dan segala isinya

    6. [...] (djunaedird) Di era tahun 70-an kota Malang identik dengan Musik Rock. KOMPAS mengatakan bahwa rock menjadi ikon kota Malang. Grup Band Rock kalau belum pernah main di Malang, belum diakui sebagai grup band yang disegani. The Rollies, Giant Step, God Bless, untuk menyebut beberapa nama, memerlukan tampil di Malang, agar namanya bisa disegani di blantika musik Indonesia. Namun kini, sejak tahun 90-an, ikon itu telah berubah menjadi Aremania. Dikatakan oleh KOMPAS bahwa: Komunitas pendukung klub sepak bola Arema Malang ini seolah lahir begitu saja pada tahun 1990-an seiring perkembangan klub swasta Arema Malang. ”Tidak ada yang membentuk Aremania karena komunitas ini terbentuk dengan sendirinya. Siapa pun yang mencintai Aremania boleh ikut meski bukan orang Malang,” kata Yuli Sumpil, dirigen Aremania. Continue Reading [...]

    7. mama

      aremania……….ayas tegnab…………….!!!!!!!!!!!!!!!!

    8. salamutasawijzzzztt, lek kera ngalam yo tetep kudu osi ahasab kelab, lek kadit osi yo berarti j***.

    9. mbahWibi

      oyi genomo kiwalan, ker…
      tapi yo kadit di-kiwal hebak, iso mumet ho !

    10. ayuk kolem, sam…

    11. ayas setuju

      OKET AMERA EWAG AMERA

  • Nama:

    Email (gravatar):

    Blog / Website:

    Komen: