[ Navigasi » Depan » Artikel pada Kategori 'Arema dan Komunitas dan Wisata'

]

Dari Rock ke Aremania

Oleh djunaedird Tanggal 27-05-2008 Kategori Arema, Komunitas, Wisata

Di era tahun 70-an kota Malang identik dengan Musik Rock. KOMPAS mengatakan bahwa rock menjadi ikon kota Malang. Grup Band Rock kalau belum pernah main di Malang, belum diakui sebagai grup band yang disegani. The Rollies, Giant Step, God Bless, untuk menyebut beberapa nama, memerlukan tampil di Malang, agar namanya bisa disegani di blantika musik Indonesia. Namun kini, sejak tahun 90-an, ikon itu telah berubah menjadi Aremania. Dikatakan oleh KOMPAS bahwa: Komunitas pendukung klub sepak bola Arema Malang ini seolah lahir begitu saja pada tahun 1990-an seiring perkembangan klub swasta Arema Malang. ”Tidak ada yang membentuk Aremania karena komunitas ini terbentuk dengan sendirinya. Siapa pun yang mencintai Aremania boleh ikut meski bukan orang Malang,” kata Yuli Sumpil, dirigen Aremania. Sampai sekarang, komunitas ini dibiarkan cair, tanpa struktur, ketua, apalagi pembina. Maksudnya agar Aremania tidak tersusupi kepentingan tertentu. Aremania tidak ingin seperti komunitas suporter sepak bola di kota lain yang menjelang pemilu bisa diubah menjadi mesin politik. Hanya dengan mempertahankan karakternya yang cair itu, lanjut Yuli, Aremania bisa berkembang dan melekat di hati Arek Malang. Mengapa Aremania mudah diterima di hati Arek Malang? Cerpenis Ratna Indraswari Ibrahim mengatakan, karakter Aremania sesungguhnya mewakili sifat Arek Malang yang egaliter, guyub, kuat rasa persaudaraannya, dan terus terang. Karena itu, Arek Malang dengan senang hati mengidentifikasi dirinya sebagai Aremania. Komunitas ini juga masih mempertahankan tradisi untuk berbicara dengan bahasa walikan yang kata-katanya dieja dari belakang. Mas menjadi sam, singo edan menjadi ongis nade, saya menjadi ayas, arek malang menjadi kera ngalam. Cuma kata kodok yang tak mungkin dibolak-balik karena hasilnya tetap kodok juga.

Sip Rek™ wis ngumpul 8 Komentar

  1. #1
    MQ Hidayat
    May 27th, 2008 at 6:14 am

    SALAM SATU DJIWA!
    A RE MA..

  2. #2
    ame268
    May 27th, 2008 at 8:21 am

    oyi, kipa kipa!

    ayas setuju sam, semangat aremania ki penting untuk terus dilestarikan.

  3. #3
    aremania onosogrem
    May 27th, 2008 at 10:51 am

    malas utas awij bosss
    AREMA
    Moga Malang tambah adem ayem ae
    Yo ancene bener Aremania iku g` nduwe bapak g` nduwe ibuk tapi aremania nduwe Arema lan nduwe kera” ngalam
    Ayas dadi bangga dadi kera ngalam cos Malang iku Arema n` Arema iku Aremania lha Aremania iku yo nawak” kabeh.
    Tetep dadio Arema, mari kita lawan panas dinginnya dunia katakan pada dunia kita yang The Best
    A R E M A !!!!!!

  4. #4
    ARGHOMZ
    May 29th, 2008 at 4:48 pm

    Tapi ayas saiki rodo’ priatin soale kera2 saiki luwih ngenes gawe osob melayu(indonesia) trus ditambah ambik logat onec.Opo meneh lek ndik kos2an seputar daerah kampus/di pertokoan,wuih…,serasa di Batavia,jak…!
    Iki warisan budaya awake dewe ker,tolong dipertahanno.Ojo’ sampe’ punah,tak ie?

  5. #5
    nothing
    May 29th, 2008 at 6:11 pm

    pokoke sayah bangga dengan malang dan segala isinya

  6. #7
    mama
    June 21st, 2008 at 4:50 pm

    aremania……….ayas tegnab…………….!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. #8
    asdayTS
    August 20th, 2008 at 12:04 pm

    salamutasawijzzzztt, lek kera ngalam yo tetep kudu osi ahasab kelab, lek kadit osi yo berarti j***.

Trackbacks

  1. Dari Rock ke Aremania — Kota Malang (Asia Blogging Network)

Silahkan berkomentar tanpa Junk/Spam. Terimakasih!
Dan, semoga komentar anda dibalas berkah oleh Yang di Atas, aMiin ^^

xHtml yang diizinkan : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>