CBMP (Charge Battery Minggu Pagi) Yai Durahman
Jangan heran, bila sampeyan lewat di jalan Teluk Grajakan Plaosan Blimbing Malang setiap Minggu pagi pasti sampeyan akan melewati lautan manusia yang berkumpul. Mereka dengan khidmat mendengarkan pelajaran agama yang disampaikan lewat sekitar 5 speaker besar yang dipasang di berbagai titik.
Guru yang menyampaikan adalah Pak Yai Abdurrahman Qomari atau biasa disebut Yai Durahman. Dulu jamaah pengajian mingguan ini tidak sebanyak ini tapi semakin hari jumlahnya semakin membludak. Sekarang ini tak kurang dari seribu orang yang hadir. Lokasi pengajiannya sebenarnya kurang representative. Pondok pak yai sendiri masuk dalam gang kecil yang tidak bisa dilewati mobil. Disekitarnya adalah lokasi kampung dan perumahan yang dipisahkan oleh jalan raya teluk grajakan. Pak Yai memberikan ceramah dari dalam rumah lewat mic sementara jamaah memenuhi pelataran rumah, tepi jalan, teras-teras rumah orang dan beberapa kapling perumahan yang masih kosong yang ada di dekat situ.
Pengajian dimulai jam 6 pagi sampai jam 7. Tapi bila sampeyan datang jam 6 maka dapat dipastikan akan kebagian tempat terluar atau tercepit di pojok-pojok alias sudah penuh. Apalagi masuk rumah, bisa saja asal cukup kuat mental untuk ber’nuwunsewu ria’ minta geser-geser tempat duduk kepada jamaah yang sudah duduk dengan khidmat menunggu sang guru keluar. Jadi waktu terbenar untuk datang kesini adalah jam 5.30.
Parkir mobil dan motor sebenarnya masih terkesan semrawut. Maklum petugas parkirnya adalah petugas dadakan dari karang taruna atau santri yang telah berusaha semaksimal mungkin menjadi tukang parkir. Barangkali kurang koordinasi saja sehingga parkir mobil dan motor tidak tertata rapi, memanfaatkan ruas jalan begitu saja apa adanya, tapi dijamin aman.
Suasanya ramai makin klop dengan banyaknya penjual kaki lima dadakan yang menggelar dagangan di tepi jalan. Persis pasar krempyeng. Makanan, baju, sayur, cilok, sate dan buku-buku ada. Sayang juga kurang teratur tapi ndak papa, yang penting ndak ramai sehingga masih bisa dengar ngaji.
Topik yang disampaikan adalah topik-topik universal seperti keutamaan puasa, obat hati, atau istighosah setiap bulan sekali. Yang menjadi unique selling point of Yai Dur adalah keterangannya yang luas tapi ndak ngglambyar (tidak fokus). Terkesan sekali kedalaman pengetahuan ilmunya. Selain itu Yai Dur juga tidak sungkan untuk menyampaikan fatwa-fatwa yang tidak populis misalnya tentang larangan merokok. “Ndak opo-opo masio ndak ono sing ngaji gara-gara gak oleh rokokan” (Ndak apa-apa bila ndak ada yang mengaji lagi gara-gara saya sampaikan larangan merokok ini)… toh ternyata malah makin membludak. Diakhir ceramah Pak Yai menerima tanya jawab langsung tentang segala permasalahan yang dituliskan di kertas oleh jamaah. Ini menurut saya bagian paling menarik, yaitu mendengarkan berbagai pertanyaan yang kadang nganeh-anehi tapi based on true story. Semua dijawab dengan singkat dan jelas oleh Yai Dur, nggak pake lama nggak pake mbulet. Cocok untuk para jamaah yang rata-rata orang daerah.
Suasana pagi hari yang segar dan sepi amat nyaman dan ngangeni. Duduk bersama keluarga dan ratusan orang sambil menerima makanan jiwa adalah momen yang sayang untuk dilewatkan. Serasa nge-charge battery, dan itu nyata. Semangat kembali bangkit seolah baru mendapat tenaga baru. Kualitasnya ndak kalah lah dengan seminar motivasinya TDW atau SEQ-nya Pak Ari, hehe. Ini malah gratis, plus bonus doa bersama untuk seluruh jamaah baik yang hadir atau tidak hadir karena sakit atau halangan lainnya.
Sehabis mengaji seluruh jamaah bersalaman dengan wajah ceria meskipun belum kenal, oh momen Indonesiaku sayang. Setelah itu silahkan mencicipi berbagai kuliner yang ditanggung amat terjangkau, semua rasanya lezat karena suasana dan waktu yang amat tepat, jam 7.30, waktu sarapan untuk Indonesia Bagian Barat.
Pengajian umum seperti ini sebenarnya amat banyak tersebar diseantero Malang Raya, ada yang selasa pagi, kamis pagi, rabu pagi dll. Bila ingin info lebih lengkap silahkan cari tabloid Media Ummat yang banyak dijual, sama seperti Nyata, mengulas tentang profile dan pernak-pernik agenda tapi ini tentang ulama, minus gossip. Pemenuhan kebutuhan rohani sekarang ini begitu maraknya hingga seluruh cottage dan hotel AAGym selalu full booked setiap akhir pekan.
Maaf, waktu upload artikel ini fotonya ilang, insyaallah besok deh saya pasang fotonya biar lebih afdol.





ada yang bilang, dan saya juga percaya bahwasanya ini adalah “ngaji ati” bukan “ngaji kuping”, jadi yang mendengarkan adalah “hati”, sekali masuk neresapnya lama, nggak banyak pengajian seperti ini
memang benar ramainya nggak kalah ramai dengan acara malang tempo doeloe atau pasar pagi stadion
btw, pak ame kalo kesana sama keluarga? biasa dimana pak? saya di dekat papan namanya (seberang gang masuk pesantren beliau), belum pernah ketemu yah, yuk kopdar
lha enggeh niku kan ng_geh Alhamdulillah…
ini yg dinamakan pengajian yang barokah…
dalem ngaji dateng Yai Man pun gangsal taon…
dulu sebelum masjid jadi, jamaah hanya sampai latar masjid saja…
sekarang…. Alhamdulillah…
semua berkat Rahmat Allah…
tambah hari…
tambah juga orang sholehnya…
oyiiiiii…
MONGGOOO…..
Ada beberapa hal yang saya sayangkan dari pengajian ini.
Jadi seperti posting ya
1. Kurangnya informasi dasar dalilnya, seringkali mengulas hadist akan tetapi tidak dijelaskan yang meriwayatkan siapa, trus klo memberikan satu instruksi tertentu atas dasar hadist atau ayat disurat apa jadi yang ngajipun tidak kekurangan informasi dan bisa belajar mencari informasi yang jelas tentang hal ini. Karena yang untuk mendapatkan informasi yang benar - benar kan harus banyak membaca. Tapi saya sangat salut dengan komunitas yang demikian banyaknya jadi sayang klo diberikan informasi yang kurang.
2. Komunitas pondoknya sendiri cukup unik, karena saya pernah sholat jum’at disana sekali dan ketika suatu saat akan sholat dzuhur lingkungan masjid terkunci dan warga sekitar sholat di musholla dekat jalan raya. Hal ini juga saya sayangkan mengapa masjid tidak dijadikan tempat publik melainkan malah menjadi private property untuk pondok saja, jadi saya pikir bukan masjid karena tidak punya akses bebas untuk masuk. Dan ternyata tidak masjid ini saja, masjid di teluk grajakan yang satunya didepan kelurahan juga melakukan hal yang sama.
ada yang masih sering ke masjid jami’ ba’da maghrib? dulu ayas sering ngikuti kajiannya Gus Mad (KH Suyuti Dahlan) tiap malem rebo tapi sekarang sdh tidak lagi. sudah lama gak ngumpuli wong2 sholeh.
@andieko : insyaallah gini, biasanya org yang berilmu tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan. Ketika terjadi suatu tindakan atau keadaan, ada yang tahu alasannya ada yang belum/tidak tahu.
Penjelentrehan rawi dan sanad dalil bisa jadi ditiadakan untuk mempersingkat waktu dan disesuaikan dg jamaahnya yang rata2 ndak bisa baca source aslinya (kitab arabnya). Tapi yai dur ini dg senang hati menerima permintaan penjelasan lebih lanjut bila diinginkan, saya sendiri pernah secara langsung meminta penjelasan lebih lanjut mengenai suatu topik disaat pengajian sudah bubar, dan yai menyediakan waktu untuk itu.
Juga yang no.2 meski saya ndak tau detailnya tapi insyaallh jg punya alasan mengapa. Barangkali bisa langsung ditanyakan kepada yai.
Emang kan namanya yai adalah untuk dikumpuli dan jadi teman ‘kopdar’ hehe, biar jadi terjawab uneg2 yang ada..
ok deh acara kopdar selanjutnya kita isi dengan MENGAJI! … hehehehe…
Akur kang ame268
InsyaAllah segera meluncur ke TKP
Ass.
Alhamdulillah, kita bisa ngaji bareng tiap minggu pagi di pak Kyai Abdurrohman Qomari, banyak manfaatnya, insyaALLAH Barokah. salam kenal tuk orang2 muslim sing podo ngaji tiap Minggu pagi.
Wass
deket rumah saya ituh..
ayo yang muda2 jg pada dateng ngaji, itung2 bisa sekalian cuci mata