Komunitas Blogger Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya

Dalam Keterbatasan Mereka Berkarya

11.16.2011 · Posted in Informasi, Opini, Pendidikan

..Setelah menunda-nunda menuliskan postingan ini,akhirnya saya bulatkan tekad untuk bisa membuat tulisan sederhana ini. Mungkin tidak banyak yang di tuliskan akan tetapi,saya hanya mampu berbagi sebuah nilai kehidupan dan hikmah yang ada dalam realita saat ini. Realita kehidupan saat ini yang setiap harinya tidak terlepas dari yang namanya sebuah gadget atau paling tidak sebuah ponsel gengam.

Yang akan terjadi ketika seorang atau sekumpulan orang sedang asyik sendiri dengan gadgetnya atau ponselnya dan tidak menghiraukan di sekitarnya,maka akan ada yang nyeletuk atau lebih kasarnya mengolok dengan kalimat yang sebenarnya tidak pantas di sampaikan. “Autis banget sih!” atau yang lainnya intinya seperti kalimat tadi. Ya, kalimat yang sebenarnya adalah sebuah diskriminasi terhadap sebuah kondisi tentang keterbatasan seseorang,baik anak juga orang dewasa. Pertanyaannya, Kenapa harus menggunakan kalimat itu?

Saya sangat sedih ketika kalimat itu menjadi bahan olokan, dan saya jengkel bahkan marah di dalam hati ketika yang mengatakan itu adalah orang yang saya kenal. Saya pasti tidak akan tinggal diam dan akan secara tegas untuk mengatakan bahwa kalimat itu Bukan bahan olokan. Dengan berbagai pengertian sampai orang itu meminta maaf kepada saya jika perlu, atau ketika menuliskannya ke dalam linimasa sosial media akan dia hapus kalimat yang menjadi bahan olokannya. Bisa jadi sebagian besar dari mereka tidak mengerti maksud dari bahan olokan mereka. Dan itulah yang harus di pertegas!

Beberapa paragaraf di atas sebenarnya adalah sebuah pengantar kecil saja,yang saat ini terjadi di sekitar kita. Ketika sebuah kondisi yang membuat mereka asik sendiri,yang terjadi adalah kata-kata olokan yang sebenarnya tidak pantas di katakan atau sebagai bahan guyonan. Pada dasarnya Autis (#autism) adalah suatu kondisi mengenai seseorang  yang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. di kutip dari sini.

Stop!untuk menggunakan kalimat autis sebagai bahan guyonan, mereka para anak-anak berkebutuhan khusus,sangat butuh banyak pengertian. Bahkan jikalau anda-anda yang sering menggunakan kalimat tersebut sebagai bahan guyonan maka lihatlah prestasi-prestasi anak-anak berkebutuhan khusus ini, mereka seorang autism. Dan mampukah anda-anda menghasilkan sebuah prestasi seperti mereka?

Saya sangat bangga dan takjub kepada para orang tua yang memiliki titipan luar biasa dari Alloh,Rabb Semesta Alam. Dia-lah yang memberikan amanah kepada mereka  para orang tua yang luar biasa, mereka telah di berikan sebuah anugerah dalam menjalani kehidupan berumah tangga untuk saling berbagi, dan menjalani kehidupan mereka dengan penuh kesyukuran dan juga kesabaran.

Talk Show pada tanggal 30 oktober kemarin, adalah saat dimana saya melihat bunda-bunda yang luar biasa, tidak hanya bunda yang anak mereka autism, akan tetapi juga ada anak mereka yang mengalami gangguan pendengaran (deaf) seperti keponakan yang sangat saya sayangi, Taqiyyudin Umar. Saya sangat sadari betapa Umar memberi arti dalam kehidupan saya, memberi makna tentang arti kesyukuran. Dan Umar telah mengubah kehidupan saya, bukan saya yang mengubah kehidupan Umar. Begitu juga mereka,anak-anak berkebutuhan khusus yang lain. Naufal kawan Umar yang juga deaf, Ucha gadis kecil yang cantik dan pintar melukis adalah seorang deaf, Mbak Aprilia Nindi yang bisa saya bilang seorang komikus cerdas seorang autism, Wildan pelukis kreatif yang senang sekali di foto seorang autism, Rayhan fotografer kecil yang pintar mencari sebuah angle seorang autism. Mereka anak-anak yang sangat luar biasa dan berprestasi.

Di dalam keterbatasan mereka, mereka berkarya dengan dunianya. Saya begitu bangga dan salut kepada mereka semua anak-anak yang membuat saya semakin banyak bertasbih akan indahnya ciptaan Alloh Rabb Semesta Alam, Bersyukur atas Keagungannya. Karena mereka para anak-anak berkebutuhan khusus, telah memberikan warna yang begitu indah dalam kehidupan ini.

inilah beberapa foto dari mereka anak-anak berkebutuhan khusus, yang berprestasi.

wildan

Wildan & Lukisannya

.

umar

Taqiyyudin Umar & Mobil Keramiknya

.

rayhan

Rayhan Sedang Melukis Keramik

.

ucha

Ucha Bersama Orangtua & Pak Lukmah Hakim

.

ortu abk

para peserta talk show @ Smart Center

Dan sebagai penutup…I’m proud of them… terus berkarya sobat-sobat kecil.. ;)

Author:

Mbombom® || plurker | blogger | photographer | kaskuser | nasyider Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus..loving kuliner & cooking.

website: http://fajarembun.wordpress.com/

2 Responses to “Dalam Keterbatasan Mereka Berkarya”

  1. Benar, bahwa kita sebagai manusia harus bisa memanusiakan manusia. Mungkin orang2 yang suka merasa dirinya hebat belum mengerti apa makna kehidupan. Manusia diciptakan ke dunia semua dalam keadaan yang sama. Tidak ada kata normal atau abnormal dalam kamus kehidupan ini karena yang menciptakan kata2 itu hanya seorang manusia yang tidak tahu akan makna hidup. Semoga kita semua mampu belajar dengan keanekaragaman hidup, karena hidup adalah karunia terbesar yang diberikan kepada manusia itu sendiri!

  2. Sepakat. Kita tidak pernah memilih atau mengorder akan seperti apa kita ketika dilahirkan di dunia. Maka segala kejadian yang menimpa kita atau rekan kita yang bukan merupakan keinginannya sangat tak pantas menjadi bahan olokan apalagi hinaan. Anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapat perhatian dan kasih sayang kita bersama, terlebih orang tua, saudara dan orang-orang disekitarnya. Karena sbenarnya, tak menutup kemungkinan mereka yang diolok-olok, lebih baik dari yang memperolok-olokkannya.