Mereka Bilang Saya Monyet
Sepertinya saya musti angkat topi kepada satu lagi pekerja seni yang telah menyuguhkan sebuah karya yang bagus. Ialah Djenar Maesa Ayu.
Secara tidak sengaja saya menonton film berjudul ‘Mereka Bilang Saya Monyet’. Bagus!. Alurnya komplek tidak linear seperti sinetron biasa. Adegan demi adegan mengalir lancar dengan penuh penghayatan. Film drama ini memang sarat dengan eksplorasi seni. Dialognya, adegannya, alurnya, angle kameranya, pemilihan pemainnya dan tema besar ceritanya. Baru tahu saya Djenar yang ayu itu selain seorang penulis kawakan, bisa jadi sutradara yang hebat pula.
Satu hal yang menjadi amat menarik adalah film ini bisa saja membuat orang menduga-duga (dengan sedikit yakin) bahwa apakah film ini sedang bercerita tentang kisah si Djenar sendiri?? Mengingat bahwa novel dan cerpennya memang dominan dengan cerita bertema kelam, vulgar, realita dalam jiwa paling rahasia, yang berani diangkatnya dengan tanpa merasa tabu. Entah kenapa juga pemain utama di film ini dibuat ‘mirip’ dengan sosok Djenar sehari-hari. Cewek, berambut lurus, merokok, berkaos singlet, penulis cerita dan bersikap cuek karena menyimpan rapat-rapat rahasia perasaannya sendiri, ups sori kalo penilaian saya kebablasan.. anggap aja subyektif.

Film yang beralur komplek ini akhirnya memang sengaja dibuat dengan ‘Ending with Questions’, alias menyisakan banyak pertanyaan yang silahkan dijawab sendiri oleh penontonnya. Dan hal ini sepertinya menyambung kepada kehidupan realitas si Djenar itu sendiri, menyisakan pertanyaan yang silahkan diduga-duga sendiri jawabannya oleh masyarakat atau penggemarnya.
Oya, Ray Sahetapy aktingnya masih tetep bagus! Emang aktor kawakan. Titi Sjuman juga total. Henidar Amroe juga. Klop dah.
Tidak banyak tokoh seni yang saya suka karena bagus karyanya, selain sam Dimas Djay yang selalu bagus dalam berkarya (Quicky Express is thumbs up!), Garin, Sujiwo Tejo, hari ini saya tambahkan satu lagi nama, ialah Djenar.
PERTAMAX!
wah, perlu ditonton, neh
sik apikan the legendary warkop dki
wakakakkaka aneh2 aj
gw udah nonton…
tapi gak begitu ngerti jalan ceritanya
hanya orang2 suci yang mengerti (lmao)
kapan film indonesia bisa bermutu yach ?
film bermutu terakhir adalah Petualangan Sherina.
hm…
Bahasa yg digunakan dalam film ini lumayan berani dan “vulgar” bila dibandingkan dg film indo lainnya. But after all, Two thumbs up!!