Komunitas Blogger Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya

Realita Pendidikan di Indonesia

06.28.2008 · Posted in Pendidikan

Kemaren sore sehabis pulang dari kantor saia nonton tipi di kamar maz kos saia. ngeklik remote bolak-balik acaranya gag ada yang menarik. Akhirna saia mutusin ngliyat berita sekalian pengen tau perkembangan terkini dunia luar. Kebetulan pada saat itu berita yang ditampilin nyeritain tentang bentrokan pada tragedi unas yang melibatkan polisi dengan mahasiswa yang menentang kenaikan harga bbm*Bahan bakar mahal*.

Sempat sesaat saia jadi terngiang masa lalu saia ketika duduk di bangku smp. Guru pkns saia nyeritain kalo indonesia menempati rangking ketiga dari bawah di bidang pendidikan se Asia Tenggara. saia sempat binun apa mungkin peringkat indonesia itu dipengaruhi oleh buruknya citra mahasiswa indonesia yang sering banged tawuran, ngadain demo dimana2, bahkan ampek bentrokan segala. sangat berbeda jauh dengan kebijakan pemerintah saat ini yang mendukung pelaksanaan pendidikan wajib belajar 9 tahun.
Gag hanya itu saat ini di berbagai kota udah mulai di kembangkan nyang namanya elearning yaitu sistem pendidikan yang menggunakan media internet dan elektronik untuk mendukung sistem pengajaran tersebut.

Sudah banyak universitas2 ternama di indonesia yang mengembangkan elearning. bahkan para ahli di dunia luar negeri memprediksi pada tahun 2020 seluruh dunia akan menggunakan elearning sebagai sistem kurikulum pendidikannya.pasti keren kan kalo tiap universitas, sma, smk, smp bahkan sd udah mahir menggunakan internet maupun alat elektrronik lainnya untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar.

kalu seusia saya dulu mah baru mengenal internet kelas 3 smp sualna terbatasnya dana untuk mendukung internet di sekolah. bisa dibayangin di tahun 2020 anak2 seusia saia pergi ke sekolah cuman bawa laptop doank. jadi kegiatan belajar-mengajarpun terasa lebih enak karena anak2 dapat aktif mencari informasi atao bahan pembelajaran di internet. yah mudah-mudahan ajje semua ntu bisa terlaksana.

Share

Author:

Baik hati dan pandai menjahit

website: http://hellgalicious.wordpress.com

8 Responses to “Realita Pendidikan di Indonesia”

  1. andi sm says:

    Hmmm..betul betul betul,klo dilogika thn 2020 anak2 SDpun bkal pke laptop jg klo sekolah,coz pd bulan lalu aj sdh beredar laptop yg uda khusus buat anak2(tahan banting,water resisitent,wifi pula),bisa-bisa anak SDpun uda jenius daripada ortu2 mereka. Tapi yang sangat dikhawatirkan dg mengingat “bentrokan tragedi unas” kmrn,anak2 SD “yg uda berlaptop” scr gak sengaja bakal terpengaruh dengan perkembangan pendidikan yang lebih anarkis. Akhirnya dengan sifat dan pikiran yang masih dini dan sempit mereka menganggap dirinya lebih pintar daripada ortu mereka sndiri. Yang bakal mengerikan lagi, kalo mereka bertindak anarkis pula, seperti hal-ny yang dilakukan kakak2 mahasiswa…
    Prediksi yang sungguh ironis bukan…

  2. Ada sisi ( + & – ) antara pendidikan d perkembangan teknologi. Banyak pengaruh buruk dari kemajuan teknologi untuk anak2, tp banyak pula pengaruh baik-nya.

    Untuk lengkap-nya klik disini

  3. Zaman Belanda warga pribumi sengaja dibodohkan, agar mereka bisa dengan lancar menguras kekayaan Indonesia.
    Zaman Pasca Kemerdekaan hingga kini, WNI juga masih sengaja diperlambat kecerdasannya, agar para koruptor terlepas jari jerat hukum.

  4. @djunaedird : seTubuHH tuh. zamn duLu emang kiTa seRasa dipErbudaK oLeh penjajah. uNtung saia blOn lahir..

  5. kalo menurut saya indonesia dijaman yang akan datang pun tetap akan terpuruk di banding negara2 lain, g mungkun ada ank sdhe bs bw laptop k skul pada tahun 202o, kalo pada tahun itu kehidupan indonesia hanya bisa meminta2 bantuan dari bangsa maju…. alias ngemis
    sebenarnya indonesia itu hebat, kaya, namun indonesia semain terpuruk karena semakin n\banyak orang yang berada diatas yang hanya bisa merampas, dan mengakali rakyat, bahasa halusnya nggobloki rakya,,, yaitu penyakit para pemim[in kita, korupsi
    ada bantuan untuk pendidikankan, abis ditengah jalan, ada bantuan kesehatan jatuhnya bukan untuk rakyat miskin, tapi malah buat orang kaya, sapa lagi kalo bukan para pejabat2
    kalo menurut saya anak sde si indonesia bisa nenteng laptop ke skul pda tahu 2015, tapi syaratnya adalah para koruptor harus di hukum mati….
    agar para koruptor jera, tidak malah tidur enak diatas kasur busa, di ruang tahanan… dapat jatah makan yang beda dari pencuri ayam….
    hidup RI
    dan binasahlah para koruptor

  6. Assalamu’alaikum,
    hai..hai..mau ikutan comment dikit nie…
    kalau mnrt saya setiap kemajuan apapun di Indonesia harus kita sikapi dengan baik, arif dan bijaksana. Alhamdulillah kalau p’belajaran di Indonesia nantinya m’gunakan sistem / metode e-learning, tapi…
    1. apa semua anak Indonesia bisa merasakan itu ? Yg dipelosok nun jauh di mato sana bgmn ?
    2. apakah semua keluarga mampu m’belikan sebuah laptop utk masing2 anaknya ?
    4. apakah itu tdk t’lalu b’lebihan utk negara kita yg masih b’kembang dan rentan akan perubahan2 yg signifikan tsb ?
    5. apa tindakan pemerintah dan pihak2 t’kait juga org tua dan kakak2nya dlm m’bina dan m’arahkan sang adik agar bnr2 m’gunakan internet sbg media p’belajaran dan sumber informasi ?
    6. bgmn dgn nasib situs2 porno yg ruame beredar ?

    saya bukannya pesimis thdp sistem / metode p’belajaran e-learning, tapi m’coba utk sedikit melihat kondisi yg ada di depan mata yaitu adik2 kita m’gunakan yg jasa layanan internet lebih banyak utk yg sia2 (entah keranjingan dgn game online-nya atau cuci mata dgn melihat yg bening2 dan sexy2…)…
    Jgn t’lalu bangga dgn sesuatu yg sebenarnya kita belum siap utk m’gunakannya, drpd lebih banyak m’dptkan bagian2 yg negatif lebih baik kita benahi dulu sistem p’didikan kita yg ada wlpn msh manual dgn guru2, tnp internet dan laptop. Sistem p’didikan kita bisa bangkit asalkan semua pihak di negara ini mau saling m’bantu. Jgn korbankan masa depan adik2 kita dan jgn t’lalu mewah2, sederhana saja yg penting anak2 Indonesia bisa merasakan dunia pendidikan yg seharusnya mereka rasakan demi masa depan mereka dan Indonesia.

  7. (Dikutip dari: materi Strategic Forum – QPlus Management Strategies 2008)

    Strategi Filsafat Penelitian Milenium III
    (Butanya Dasar Belajar Mengajar: Theory of Everything)
    Oleh: Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. MEREKA (para peneliti – QZ) seakan-akan pelukis yang mengumpulkan tangan, kaki, kepala dan anggota-anggota lain bagi lukisannya dari macam-macam model. Masing-masing bagian dilukis dengan sangat bagus, tetapi tidak dihubungkan dengan satu tubuh sendiri, dan karena sama sekali tidak akan cocok satu sama lain, hasilnya akan lebih merupakan monster daripada manusia (Nicolas Copernicus).

    APAKAH (ilmu) pengetahuan yang terkumpul, dipelajari, dimiliki dan diajarkan selama ini masih berupa monster? Bayangkan sosok gambaran seluruh (ilmu) pengetahuan semesta yang berserakan. Lebih kecil lagi, seluruhnya di satu pustaka. Lebih kecil lagi, di satu cabang ilmu. Lebih kecil lagi, di satu bidang ilmu. Lebih kecil lagi, satu hal sosok gambaran tentang semut, puisi, manajemen atau jembatan saja, terdiri atas potongan kacau banyak sekali. Potongan-potongan tulisan sangat bagus sampai buruk, jelas sampai kabur, dan benar sampai salah besar, yang tak menyatu, tumpang tindih dan bahkan saling bertentangan meski hal yang sama sekalipun. Ini membuat sulit siapa pun meneliti, belajar dan mengajarkan, ditandai dengan polemik panjang.

    Mengapa bisa demikian? Ada analogi menarik cerita lima orang buta ingin mengetahui tentang seekor gajah, yang belum pernah tahu gambaran binatang itu. Selain buta, tubuh mereka berbeda-beda tinggi badannya. Mereka pun berbaris berjajar, menghadap seekor gajah besar yang di keluarkan pemiliknya dari kandang. Orang yang pertama agak tinggi badannya, maju meraba bagian depan memegang belalai dan mengatakan gajah itu seperti ular. Yang kedua sedang badannya, meraba mendapati bagian kaki dan mengatakan gajah seperti pohon kelapa. Yang ketiga tinggi badannya, memegang bagian kuping dan mengatakan gajah seperti daun talas. Yang keempat paling pendek badannya, maju di bawah perut gajah tidak memegang apa-apa dan mengatakan gajah seperti udara. Yang kelima pendek tubuhnya, maju meraba bagian belakang memegang ekor dan mengatakan gajah itu seperti pecut. Tentu, pemahaman gajah sesungguhnya dari kelima orang buta ini akan berbeda bila disodorkan gambar ukiran timbul atau patung kecil seekor gajah sebelumnya.

    Seperti itulah, siapa pun yang hanya memahami satu sudut pandang cabang (ilmu) pengetahuan sebagai gambaran pemecahan suatu masalah, tanpa luasan pandang menyeluruh (ilmu) pengetahuan. Memang, merupakan hukum alam segala sesuatu yang seragam (besar sedikit jumlahnya) makin lama makin beragam (kecil banyak jumlahnya), dan pada tingkat kekacauan dibutuhkan sistem keteraturan untuk memahaminya sebagai satu kesatuan. Tetapi, nampak (hampir) mustahil (karena tenaga, waktu dan biaya terbatas) mempelajari seluruh cabang (ilmu) pengetahuan mendapatkan pemahaman luas dan dalam semesta untuk suatu masalah. Betapa beruntung dunia andai sosok kecil gambaran satu kesatuan the body of science itu ada. Gambaran rangkuman prinsip-prinsip satu kesamaaan semua hal dari sekian banyak perbedaan dalam semesta, sebuah Theory of Everything (TOE).

    JIKA Anda tahu bagaimana alam semesta ini bekerja, Anda dapat mengaturnya (Stephen William Hawking).

    Kemudian, bagaimanakah mengetahui seseorang (dan juga diri sendiri) sebenarnya tergolong buta (karena tanpa TOE) terhadap sosok (ilmu) pengetahuan dimiliki sekarang?

    Dengan sopan dan rendah hati, semua peneliti, pengajar atau siapa pun bidang apa pun harus menanyakan: Apa prinsip dasar asumsi penelitian, belajar dan mengajar (ilmu) pengetahuan yang diteliti, dimiliki atau diberikan? Jika jawaban berupa kalimat retorika atau basa-basi, mungkin ia (dan kita) tergolong masih buta tentang the body of science hal bidang ilmu pengetahuan itu.

    Lalu, apa rangkuman (kecil) prinsip dasar asumsi TOE dalam meneliti, belajar, mengajar dan mengelola ilmu pengetahuan hal apa pun?

    KETIDAKMAMPUAN seseorang untuk menjelaskan idenya secara singkat, barangkali dapat merupakan tanda bahwa dia tidak mengetahui pokok persoalan secara jelas (C. Ray Johnson).

    Ilmu pengetahuan (obyek empiris) dinyatakan benar ilmu pengetahuan selama asumsi dasar diakui, yaitu ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang teratur (systematic knowledge) (pernyataan yang diterima setelah abad XVII) (The Liang Gie, 1997:380). Tanpa asumsi dasar keyakinan adanya keteraturan ini, proses meneliti, belajar mengajar apa pun yang di bangun di atasnya hanyalah potongan-potongan pengetahuan yang tidak efektif, efesien dan produktif. Seperti pernyataan jernih ilmuwan Carl Sagan, bahwa jika kita hidup di atas sebuah planet di mana segala sesuatu tidak pernah berubah, sedikit sekali yang bisa dikerjakan. Tidak ada yang harus dibayangkan, dan tidak akan ada dorongan untuk bergerak menuju ilmu pengetahuan. Namun jika kita hidup di dalam dunia yang tidak bisa diramalkan di mana semua hal berubah secara acak atau dengan cara sangat rumit, kita juga tidak akan bisa menggambarkan semua keadaan. Di sini juga tidak ada ilmu pengetahuan. Tetapi kita hidup di dalam semesta yang berada di kedua keadaan ini. Di alam ini semua keadaan berubah, tetapi mengikuti pola, aturan, atau mengikuti yang kita katakan sebagai hukum-hukum alam.

    Lebih jelas, prinsip dasar asumsi keteraturan ini diurai Jujun S. Suriasumantri (1977:7-9) dengan baik, yaitu obyek empiris (tertentu) itu serupa dengan lainnya seperti bentuk, struktur, sifat dan lain-lain, lalu (sifat) obyek tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu (meski pasti berubah dalam waktu lama yang berbeda-beda), serta tiap gejala obyek bukan bersifat kebetulan (namun memiliki pola tetap urutan sama atau sebab akibat). Akhirnya, saya memastikan rincian prinsip dasar asumsi keteraturan ilmu pengetahuan ini dalam TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000), TQZ Science, bahwa definisi ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang memiliki susunan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang teratur. (Teratur pada TQZ Scientific System of Science adalah teratur sama dalam fungsi, jumlah, urutan, kaitan, dan paduan menyeluruh di semesta meski hal berbeda apa pun). Sebuah TOE, jawaban masalah dasar dan besar yang menghantui pikiran manusia selama dua ribu tahun atau dua millennium.

    TEORI adalah sekelompok asumsi masuk akal dikemukakan untuk menjelaskan hubungan dua atau lebih fakta yang dapat diamati, menyediakan dasar mantap memperkirakan peristiwa masa depan (JAF Stoner).

    TOE penting sekali dalam meneliti, belajar mengajar dan mengelola bidang apa pun. Memecahkan suatu masalah sulit, tetapi mengenali (fenomena) masalah lebih sulit lagi. Dengan mengetahui dan memahami TOE, sangat membantu mengenali bila berhadapan atau merasakannya. Misal, seseorang telah disodorkan gambaran prinsip dasar asumsi keteraturan ilmu pengetahuan akan lebih mudah untuk mengambil kesimpulan jika suatu saat menghadapi (fenomena) satu atau banyak masalah, meski belum pernah dikenalnya. Jadi, fungsi TOE – pada TQZ Scientific System of Science tak lain sebuah paradigma scientific imagination benchmarking sistematis, berupa metode synectic kreatif menggunakan metafora dan analogi rinci menuntun suatu usaha memilih jalur proaktif terhadap suatu hal dengan memperhatikan fakta dan kemungkinan yang telah diidentifikasi dan dileluasakan, dengan lima dasar (posisi), fase (kualitas) dan level (sempurna). Suatu mental image atau model ilmiah analogi fenomena semesta dalam bentuk keteraturan yang dapat dipahami.

    Contoh sederhana (meski sebagai TOE belum cukup teratur), jika gambaran prinsip dasar asumsi keteraturan tubuh mahluk hidup sempurna memiliki kepala, dada, perut, tangan dan kaki, sedang lainnya berupa bagian tambahan tubuh. Maka, seseorang yang meyakini dan memahami keteraturan ini akan melihat persamaan fungsi tubuh pada ikan gabus, kupu-kupu, monyet, ular dan burung pipit, selain perbedaan bagian itu. Dengan prinsip dasar asumsi keteraturan itu, tubuh mahluk hidup akan lebih mudah diteliti, pelajari dan diajarkan dengan benar, bahkan terhadap mahluk hidup unik lain yang baru dilihat.

    KARYA seorang ilmuwan berlandaskan keyakinan bahwa alam pada pokoknya teratur. Bukti yang menunjang keyakinan itu dapat dilihat dengan mata telanjang bukan hanya pada pola sarang lebah atau pola kulit kerang, tetapi ilmuwan juga menemukan keteraturan pada setiap tingkat kehidupan (Henry Margenau).

    Bukti monster (ilmu) pengetahuan demikian besar, merugikan dan banyak di sekeliling. Contoh monster-monster itu, dalam seminar dan diskusi, buku dan makalah, ulasan dan kritikan berbagai masalah di mana-mana tidak menyuguh keteraturan. Misal, bahasan mencipta puisi, cara menulis, atau mendefinisikan sesuatu saja, tanpa jelas kepala, tangan, badan, perut, dan kakinya, bahkan tanpa memastikan yang dijelaskan itu adalah bagian kaki atau kepala. Atau lebih parah lagi, tidak diketahui apakah yang disajikan itu kaki, jari, atau gigi, karena jumlahnya demikian tidak tetap dan berbeda. (Perhatikan kesimpulan utama penyebab masalah dan pemecahannya bidang ilmu hal yang sama sekali pun, bisa satu, dua, tiga, empat, lima, enam, sembilan, tujuhbelas, limapuluhdua, dan seterusnya, belum lagi bicara keteraturan urutan dan kaitan antar penyebab atau antar pemecahan yang disebutkan itu). Apalagi membahas masalah mengenai cara mengatasi krisis pangan, krisis energi atau strategi keunggulan usaha (suatu organisasi, daerah, bahkan negara), pasti monster lebih mengerikan.

    Contoh nyata monster raksasa, menunjukkan belum teraturnya kelompok ilmu sebagai ilmu pengetahuan. Deobold B. Van Dalen menyatakan, dibandingkan dengan ilmu-ilmu alam yang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, ilmu-ilmu sosial agak tertinggal di belakang. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa ilmu-imu sosial takkan pernah menjadi ilmu dalam artian yang sepenuhnya. Di pihak lain terdapat pendapat bahwa secara lambat laun ilmu-ilmu sosial akan berkembang juga meskipun tak akan mencapai derajat keilmuan seperti apa yang dicapai ilmu-ilmu alam. Menurut kalangan lain adalah tak dapat disangkal bahwa dewasa ini ilmu-ilmu sosial masih berada dalam tingkat yang belum dewasa. (Ilmu dalam Persfektif, Jujun S. Suriasumantri, 1977:134). Juga C.A. Van Peursen, dalam tahap perkembangan ilmu pengetahuan kemajuan bidang ilmu alam lebih besar daripada ilmu kehidupan, dan ilmu kehidupan lebih maju dari ilmu kebudayaan (Strategi Kebudayaan: 1976:184-185). Sedang di dunia akademi, berjuta-juta hasil penelitian seluruh dunia kurang berguna dan sukar maju karena berupa monster maha raksasa, tanpa TOE yang merangkai sebagai satu kesatuan the body of science.

    Akhirnya, bagaimana mungkin (manusia) siapa pun yang terlibat proses meneliti, belajar, mengajar dan menggunakan ilmu pengetahuan sepanjang hidup dapat berpikir tenang, selama prinsip dasar asumsi keteraturan (ilmu) pengetahuannya belum beres? Sebab, jika prinsip dasar asumsi keteraturan ilmu pengetahuan yang didapat dan diberikan saja kebenarannya meragukan, maka kredibilitas kemampuan, nilai, gelar (dan status) seseorang (dan organisasi) itu pun diragukan. Karena, sebenar atau setinggi apa pun nilai memuaskan didapat dari pendidikan dengan pelajaran bahan yang buruk atau salah, tetaplah buruk atau salah, (setelah mengetahui bagaimana kebenaran suatu hal itu) sebenarnya. Dan, tanpa keteraturan TOE, penelitian dan belajar mengajar, seminar dan diskusi, buku dan makalah, ulasan dan kritikan berbagai masalah terus menghasilkan monster di mana-mana. Banyak buang tenaga, waktu dan biaya percuma. Fatal dan mengerikan.

    LEBIH baik menjadi manusia Socrates kritis yang tidak puas, daripada menjadi babi tolol yang puas (Henry Schmandt).

    BAGAIMANA strategi Anda?
    *) Qinimain Zain – Scientist & Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)

  8. tolong dong komentarin pendidikan di man model sorong ini.
    gimana cara lain for kita kita yang ga punya cukup duit untuk maju meningkat lebih tinggi !!!

Switch to our mobile site