Pemadaman Listrik Bergilir, Usaha Kecil Menengah Merugi
Beberapa hari terakhir ini, kita tak asing dengan suasana Listrik Padam beberapa jam. Memang tak ada yang patus disalahkan. Dan tak ada yang perlu saling menyalahkan.
Yang harus dicari adalah solusi terbaiknya. Pemadaman memang solusi pemerintah (PLN) untuk mengurangi konsumsi Listrik (Red: Secara Paksa). Terkait biaya produksi yang meningkat seiring kenaikan BBM. Di sisi lain PLN juga tak mungkin turut menaikkan tarif dan menambah penderitaan rakyat kita.
Meski tanpa permisi, tau-tau padam. Informasi tentang pemadaman, baik itu jadwal maupun lama pemadaman memang telah diinformasikan sebelumnya. Tapi ini bukanlah tanpa masalah.
Hal yang kini melanda usaha kecil dan menengah, adalah dampak pemadaman bergilir yang notabene lebih dari 3 jam dan bahkan bisa dibilang menghilangkan jam kerja satu hari (Jam 06.00 – 15.00) di sebagian industri. Betapa tidak, ambil contoh produksi sari buah misalnya, yang hampir pasti menggunakan listrik dalam proses produksinya. Praktis tak dapat berproduksi dalam hitungan 1 hari kerja. Jika biasanya dapat memproduksi 500 gelas misalnya, padamnya lampu berakibat nilai rupiah hilang sejumlah produk yang gagal diproduksi.
Contoh lain misalnya indutri percetakan, mesin cetak yang berkemampuan 5000 lembar per jam tak dapat berproduksi sejumlah 40.000 lembar sehari. Bisa dihitung, berapa kerugian usaha menengah ini, dan berapa pelanggan yang akan lepas karena deadline cetak tak terpenuhi.
Namun, cukup disayangkan sektor lain seperti mall, dan beberapa pelanggan yang disebut Pelanggan Tarif Ganda yang tak pernah terkena pemadaman bergilir (karena bayar 2 kali lebih banyak). Tentu saja tak dapat dipungkiri nantinya jika Si Kaya Makin Kaya, dan Si Miskin Makin Miskin. Apakah ini yang namanya keadilan? Semoga Indonesia menjadi negara yang Adil Makmur dan Sejahtera.
sudah saatnya indonesia membangun PLTK
Pembangkit Listri Tenaga Kerja
Listrik dijamin tetap nyala, selama masih ada yg butuh pekerjaan.
@gum
ide yang cerdas! silahkan disampaikan ke pak SBY, daripada pake blu energi yang gak jelas itu mending pake PLTK
ancene pln bikin bingung ya …kasihan usaha kecil kayak saya ndak bisa jualan kalau listriknya padam. setuju pakai PLTK oyi
Warnet yo malih ra enek pemasukan
nek ngene lak podo wae seperti hidup dzaman 50an.
wah rugi mbah thomas le gae lampu rek.