Bangsa yang bermental “tempe” gak mampu bikin “tempe” …
Saat ini harga kedelai di dunia mengalami lonjakan yang luar biasa, akibat dari lonjakan harga minyak dunia. Akibatnya komoditas seperti jagung, gandum dan kedelai dipergunakan sebagai bahan bakar alternatif seperti bio fuel oleh negara-negara yang selama ini menjadi sumber impor kedelai Indonesia. Beberapa hari ini harga tahu dan tempe khususnya mengalami lonjakan 100% bahkan lebih dan juga mulai terlihat langka dan susah dicari.
Para pengrajin tempe dan tahu yang pasti terkena imbasnya dari lonjakan harga kedelai impor ini. Banyak pengrajin tahu dan tempe tutup dan gantiprofesi yang lainnya. Kita yg sudah menganggap tahu dan tempe sebagai makanan sehari-hari sangat merasakan dampaknya.
Ya beginilah kalo negara kita tdk fokus ke bidang pertanian. Di jaman saya kuliah dulu jurusan pertanian masih banyak diminati dan mahasiswa pertanian juga cukup banyak saat itu. Tapi sekarang banyak jurusan pertanian kekurangan mahasiswa dan beralih ke jurusan-jurusan teknik industri. Memang telah terjadi pergeseran yang luar biasa di era agraris dan beralih ke industri seperti saat ini.
Bangsa kita saat ini sangat tergantung pada impor produk pertanian dari negara lain dan tidak memperhatikan pembangunan di sektor pertanian, apalagi nasib petani. Ya beginilah akhirnya sampai tahu dan tempe sebagai salah satu makanan pokok kita menghilang dari bumi tercinta ini.
Bangsa yang dianggap bermental tempe oleh negara lain …Sekarang gak mampu bikin tempe…..
aneh, yang selama ini diliput di media masa kok sentra produksi tempe dan tahu di daerah luar malang ya? padahal di malang juga kan merupakan produksi tempe dan tahu yang cukup besar, btw, harga tempe dan tahu di malang sendiri brp ya?
iya yah *elus2 jenggot*
dan dimalang harga masih normal kok (setahu aku)
Memang benar, mungkin sebagian dari kita tidak begitu perhatian dengan masalah pertemepean ini. Tapi ini sudah saya rasakan sekitar sebulan ini. Harga tempe boleh jadi tidak naik ditempat saya akan tetapi kuantitas menjadi lebih kecil daripada yang biasanya. Beberapa hari yang lalu malah lebih parah lagi sudah kecil naik pula harga …
Mental Tempe kecil pula .. payah abis
kita ga sadar kalo kedelai itu penting sampe harganya naek kya gini. di sini sih harga tetep tapi ukurannya jadi lebih kecil. hiks2.
tapi disisi lain, aLe melihatnya
hal ini hanya akal2annya para praktisi politik,
dari pengalaman (dulu waktu aktiv organisasi)
hal semacam ini bisa saja untuk mengalihkan kasus yg lain,
buktinya?
kita tunggu saja, saat smua orang ribut dgn naiknya kdelai,
trnyata ada barang lain (yg cukup dibutuhkan) akan naik tanpa adanya hambatan, bahan bakar misalnya, mungkin kasus korupsi, atau apalah, kita tunggu saja.
Ah, negri ini memang sedang di UJI.,
Semoga Tuhan selalu memberi yg terbaik, aMin.,
sepertinya pengamatan cukup tajam dari bung ale *menirukan komentator sepak bola*
dan jangan kemana mana dulu pemirsa kita akan kembali lagi untuk mnyaksikan babak ke-2, setelah pariwara yang mau lewat berikut ini..
g
edubragah udah lama aku g make nickname itu..
MenurutQ sich indonesia gak pantes lagi disebut negara agraris, tapi negara Maritim karno indonesia punya sumberdaya laut yang begitu besar
sama aja, nelayannya masih miskin juga..
lhoh sapa bilang ga pantes oM,
buktinya,
masih banyak kok perilaku ‘agaris’ di negeri ini,
pembajakan sudah meraja lela dimana-mana,
klo dulu hanya bajak sawah,
skr produk2, bahkan bLog pun ikut dibajak tuh